Kelas Scanner :
Output :
Output :
Masukkan listing program sebagai berikut :
Output :
Kelas BufferReader :
Listing Program :
Output :
GUI :
Output :
Wawasan nusantara adalah ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara oleh setiap komponen pembentukan bangsa atau golongan.
Fungsi Wawasan Nusantara adalah sebagai motivasi, dorongan, pedoman, serta rambu-rambu dalam menentukan segala tindakan, keputusan, kebijaksanaan, dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Tujuan Wawasan Nusantara dibagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan ke dalam dan tujuan ke luar.
- Tujuan ke dalam Wawasan Nusantara: untuk mewujudkan kesatuan dalam segenap aspek kehidupan bangsa, baik aspek alamiah maupun aspek sosial.
- Tujuan ke luar Wawasan Nusantara: untuk ikut serta rnewujudkan kebahagiaan, ketertiban, dan perdamaian seluruh umat manusia.
Berita Online :
Melepas Arwah Menuju Puya dalam Ritual Rambu Solo
Liputan6.com, Jakarta Masyarakat nusantara sejak lama percaya bahwa kehamilan, melahirkan, menjadi anak-anak, dewasa, tua, dan mati merupakan siklus kehidupan yang dianggap sakral, dan harus disempurnakan dengan berbagai ritual adat. Rambu Solo misalnya, ritual sakral dalam masyarakat suku Toraja ini dipercaya mampu menghantarkan jenazah ke alam damai yang disebut puya.
Tidak ada perbedaan yang signifikan tentang penyelenggaraan ritual Rambu Solo meski terdapat banyak komunitas adat di Tana Toraja. Secara umum ritual Rambu Solo terdiri dari tujuh tahapan, antara lain Rapasan, Barata Kendek, Todi Balang, Todi Rondon, Todi Sangoloi, Di Silli, dan Tadi Tanaan.
Namun seiring masuknya agama Kristen, Katolik, dan Islam ke Tana Toraja, beberapa tahapan ada yang dihapuskan. Meski demikian, penghapusan beberapa tahapan tersebut tidak lantas menghilangkan esensi dari Rambu Solo itu sendiri, yang bertujuan memberi keselamatan bagi jenazah dan bagi mereka yang masih hidup.
Rambu Solo tidak lepas dari kebudayaan megalitik. Hal ini terlihat dari dipergunakannya berbagai benda peninggalan zaman batu besar di dalam ritual, seperi menhir, lumpang batu, dan karopik. Letak keunikan Rambu Solo yang lain adalah dikorbankannya puluhan ekor kerbau. Masyarakat Toraja percaya, semakin banyak kerbau yang dikorbankan, akan semakin cepat jenazah menuju puya.
Proses penguburan dalam Rambu Solo seperti pernah diliput liputan6.com yang ditulis Rabu (27/5/2015), terdiri dari dua macam, yaitu secara langsung dan tidak langsung, atau menyimpan jenazah terlebih dahulu menggunakan erong, untuk kemudian menguburkannya ke dalam kuburan batu setelah ritual selesai.
Setelah jenazah dikuburkan, tiba saatnya bagi para ibu untuk menyediakan berbagai hidangan dari potongan hewan yang dikorbankan untuk dimakan bersama. Para sanak famili, tetangga, dan tamu yang datang kemudian berbaur menyatu dalam satu jamuan.
Komentar :
Memang di Negeri kita ini ada beragam jenis adat istiadat tersendiri pada daerahnya masing masing, contohnya seperti dari suku toraja dalam ritual sakral dalam masyarakat tersebut dapat dipercaya mampu menghantarkan jenazah kealam damai dalam bahasa sana disebut sebagai "puya".
Dalam hal tersebut seperti judulnya melepas arwah menuju puya dalam ritual rambu solo, secara umum ritual rambu solo bertujuan memberi keselamatan bagi jenazah dan bagi mereka yang masih hidup.
Dari berita diatas memang banyak ritual adat istiadat di berbagai daerah nusantara ini seperti di bali, toraja, kalimantan, papua dan lain sebagainya. Jadi disini saya sebagai warga negara sangat menghormati atas ritual adat istiadat tersebut yang sudah menjadi ritual nya mereka itu sendiri
Referensi :
http://www.pengertianahli.com/2014/07/pengertian-fungsi-tujuan-wawasan.htmlhttp://lifestyle.liputan6.com/read/2239016/melepas-arwah-menuju-puya-dalam-ritual-rambu-solo
1. Sebutkan dan jelaskan properti sistem yang memberikan keamanan untuk sebuah sistem !
Jawab :
Properti Sistem Yang Memberikan Keamanan Sebuah system yang harus mempunyai tiga property (sifat), yaitu :
Ø Integritas, system akan mempunyai integritas bila ia berjalan menurut spesifikasinya. Perancang system berusaha untuk mengembangkan system yang mempunyai integritas fungsional, yaitu kemampuan untuk melanjutkan operasi, apabila salah satu atau lebih dari komponennya tidak berjalan.
Ø Audibilitas, ia akan bersifat audible jika ia memiliki visibilitas dan accountability (daya perhitungan). Bila system memiliki audibilitas maka mudah bagi seseorang untuk memeriksa, memverifikasi atau menunjukkan penampilannya.
Ø Daya kontrol, daya kontrol memungkinan manajer untuk menangani pengerahan atau penghambatan pengaruh terhadap system. Teknik yang efektif untuk mendapatkan daya kontrol system ini adalah dengan membagi system menjadi subsistem yang menangani transaksi secara terpisah.
2. Komputer yang ada dalam jaringan memberikan peluang resiko keamanan yang lebih besar daripada komputer yang ada didalam suatu ruangan, sebut dan jelaskan area kontrol untuk komunikasi data !
Jawab :
Komunikasi Data (Data Communication)
Komputer yang ada dalam jaringan memberikan peluang risiko keamanan yang lebih besar dari pada komputer yang ada di dalam suatu ruangan. Area kontrol ini terdiri dari :
ü Kontrol pengiriman pesan
ü Kontrol saluran (channel) komunikasi
ü Kontrol penerimaan pesan
ü Rencana pengamanan datacom secara menyeluruh
3.Prototype dapat memberikan ide bagi pembuat dan pemakai potensial tentang cara sistem berfungsi dalam bentuk lengkapnya, proses akan menghasilkan prototype (prototyping), sebutkan dan jelaskan jenis – jenis prototype !
Jawab :
Jenis – jenis Prototype :
Ø Jenis I , akan menjadi sistem opersional, Langkah – langkahnya sebagai berikut :
ü Mengidentifikasi kebutuhan user.
ü Mengembangkan prototype.
ü Menentukan apakah prototype dapat diterima.
ü Menggunakan prototype.
Ø Jenis II , langkah – langkahnya :
ü Mengadakan sistem operasional.
ü Menguji sistem operasional.
ü Menentukan jika sistem operasional dapat diterima.
ü Menggunakan sistem operasional.
4. Sebutkan dan jelaskan sumber daya informasi perusahaan
Jawab :
SUMBER DAYA INFORMASI PERUSAHAAN. Macam- macam Sumber Daya Informasi :
1) HARDWARE (PERANGKAT KERAS).
Hardware merupakan element dari sistem computer. Merupakan perangkat yang dapat lihat dan dapat sentuh secara fisik, seperti perangkat masukan, perangkat pemroses, maupun perangkat keluaran.
2) SOFTWARE (PERANGKAT LUNAK)
Merupakan sekumpulan perintah yang dijalankan (atau dieskusi) oleh komputer. Program komputer ini terdiri dari susunan logika untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu di komputer. Melibatkan berbagai komponen dalam computer, seperti system operasi, program, dan data yang disimpan atau dibaca. Logika yang ada dalam perangkat lunak tersebut disusun sedemikian rupa sehingga computer dapat memahami dan menjalankan instruksi yang terkandung didalamnya.
3) SPESIALIS INFORMASI.
Spesialisasi informasi (information specialist) untuk mengambarkan pegawai perusahaan yang sepenuh waktu bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara system berbasis komputer.
4) PEMAKAI (MANUSIA).
End user sinonim dengan pemakai, ia menggunakan produk akhir suatu sistem berbasis komputer. Jadi, end-user computing (EUC) adalah pengembangan seluruh atau sebagian sistem berbasis komputer oleh para pemakai.
5) FASILITAS (MESIN).
Fasilitas merupakan sumber daya untuk menyimpan dan mendukung sisem informasi, contohnya teknologi informasi. Dengan menggunakan fasilitas yang ada untuk menyimpan dan mendukung sumber daya tersebut.
6) DATABASE.
Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.
Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.
7) INFORMASI
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata. Atau data adalah representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dll, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata. Atau data adalah representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dll, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
5. Sebutkan dan jelaskan 6 tahap dasar untuk mencapai manajemen mutu !
Jawab :
Tahapan - tahapannya :
ü Mengidentifikasikan pelanggan IS
ü Menentukan kebutuhan kualitas
ü Menetapkan metrik kualitas
ü Menentukan strategi kualitas IS
ü Menerapkan program kualitas IS
ü Memantau kinerja kualitas IS
SUMBER:
http://informatika.web.id/prototypehtml
http://zhes.wordpress.com/2009/11/10/jenis-jenis-sumber-daya-informasi-4/
http://zhes.wordpress.com/2009/11/10/jenis-jenis-sumber-daya-informasi-4/
PENULISAN JURNAL ILMIAH
ANALISIS INTENSITAS
METODE PENDETEKSIAN TEPI SOBEL
Kevin
Mantika Putra (35114831)
Manajemen
Informatika, Fakultas Ilmu Komputer
Universitas
Gunadarma
E-mail
: kevinmantikaputra@gmail.com
ABSTRAKSI
Metode
pendeteksian tepi Sobel adalah metode pendeteksian tepi terbaik dibandingkan
dengan metode pendeteksian tepi lainnya seperti metode Prewitt dan metode Robert.
Jika pada metode Robert atau Prewitt hanya menggunakan jendela 2x2 pada
maskingnya, maka pada metode Sobel menggunakan jendela 3x3 pada maskingnya
sehingga hasil yang di dapat menjadi lebih sempurna dari metode-metode
pendeteksian tepi yang lainnya. Bagaimana jika masking pada sobel ini kita
kalikan dengan suatu nilai (0-255) sehingga kita dapat mengubah kekuatan
intensitas pendeteksian tepi pada metode sobel agar mendapatkan hasil yang
lebih baik. Kata Kunci : Analisis, Intensitas, Pendeteksian tepi, Sobel.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendeteksian tepi (edge detection)
adalah pendekatan yang paling umum digunakan untuk mendeteksi diskontinuitas
grey-level. Hal ini disebabkan karena titik ataupun garis yang terisolasi tidak
terlalu sering dijumpai dalam aplikasi praktis. Sampai sejauh mana segmentasi
tersebut dilakukan tergantung pada masalah yang dihadapi. Idealnya, langkah
segmentasi tersebut dihentikan pada saat objek yang diinginkan sudah berhasil
dipisahkan. Metode pendeteksian tepi Sobel adalah metode pendeteksian tepi
terbaik dibandingkan dgn metode pendeteksian tepi lainnya seperti metode
Prewitt dan metode Robert. Jika pada metode Robert atau Prewitt hanya
menggunakan jendela 2x2 pada maskingnya, maka pada metode Sobel menggunakan
jendela 3x3 pada maskingnya sehingga hasil yang di dapat menjadi lebih sempurna
dari metode-metode pendeteksian tepi yang lainnya. Bagaimana jika masking pada
sobel ini kita kalikan dengan suatu nilai (0-255) sehingga kita dapat mengubah
kekuatan intensitas pendeteksian tepi pada metode sobel agar mendapatkan hasil
yang terbaik dari metode pendeteksian tepi sobel dengan melihat nilai-nilai
yang didapat.
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Persoalan yang dihadapi adalah
bagaimana mengalikan masking yang digunakan oleh metode pendeteksian tepi sobel
sehingga kita dapat mengubah nilai intensitas pendeteksian tepi yang dilakukan
dan mendapatkan hasil pendeteksian tepi yang terbaik berdasarkan hasil-hasil
yang diperoleh dan mengeluarkan nilai-nilai penting yang diperlukan untuk
perbandingan (MSE dan PSNR).
C. MAKSUD dan TUJUAN
Maksud dari penelitian ini adalah
untuk merubah kernel atau mask yang digunakan pada metode pendeteksian tepi
sobel sehingga dapat merubah nilai intensitas/kekuatan pada pendeteksian tepi.
Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh suatu metode
pendeteksian tepi yang dapat diatur kekuatan intensitas pendeteksian tepinya
sesuai dengan yang kita inginkan
D. LANDASAN TEORI
Metode Sobel Ada beberapa metode
pendeteksian tepi yang terkenal dan banyak digunakan, diantaranya adalah metode
Robert, Prewitt, Sobel, dan Gonzales. Tapi di sini kita hanya akan membahas
metode sobel saja karena operator sobel adalah operator yang banyak digunakan
sebagai pendeteksian tepi karena kesederhanaan dan keampuhannya serta juga
digunakan dalam penulisan tugas akhir ini. Metode sobel merupakan pengembangan
dari metode robert dengan menggunakan filter HPF (high pass filter) yang diberi
satu angka nol penyangga. Kelebihan dari metode sobel ini adalah kemampuan
untuk mengurangi noise sebelum melakukan perhitungan pendeteksian tepi. Kernel
yang digunakan dalam metode sobel ini adalah sebagai berikut :

Perhatikanlah bahwa operator sobel menempatkan
penekanan atau pembobotan pada piksel-piksel yang
lebih dekat dengan
titik
pusat jendela. Dengan demikian pengaruh piksel-piksel
tetangga akan
berbeda sesuai
dengan
letaknya terhadap titik
di
mana gradien
dihitung. Gradien adalah hasil
pengukuran perubahan dalam sebuah fungsi intensitas, dan sebuah citra dapat dipandang sebagai
kumpulan beberapa fungsi intensitas
kontinyu dari
citra. Dari susunan nilai-nilai pembobotan pada jendela juga terlihat bahwa perhitungan
terhadap gradien juga merupakan gabungan dari posisi horisontal dan vertikal.
E. IMPLEMENTASI
dan
PENGUJIAN
Masukan (input) dari program aplikasi yang dibuat adalah berupa file citra berukuran
400x300 (4:3) piksel agar lebih optimal. Program apliksi
yang
dibuat ini juga dapat menerima masukan (input)
berupa file citra dengan
ukuran piksel yang lebih besar, hanya
saja
waktu proses yang
dibutuhkan
akan semakin lama. Gambar berikut memperlihatkan tampilan program ketika menampilkan file citra
warning.bmp yang baru saja di input kan atau di
load
ke dalam program.

Gambar 1. Tampilan program ketika pertama kali file citra di masukan (load
Image)

Gambar 2. Tampilan program ketika sudah
meakukan pendeteksian tepi terhadap file citra yang dimasukan tanpa mengubah nilai intensitas pada metode pendeteksian tepi yang digunakan
Intensitas yang diberikan adalah kisaran dari 0 – 255.
Dimana
nilai
0 merepresentasikan warna
hitam
sedangkan nilai 255 merepresentasikan warna
putih.
Pada kasus yang kita hadapai, nilai-nilai ini begitu penting
karena
dengan adanya
nilai-nilai ini kita
dapat
mengetahui
berapa nilai
terbaik agar dapat menghasilkan pendeteksian tepi
yang sempurna dengan
menggunakan
metode
sobel.
Dibawah ini merupakan tampilan program yang menunjukan
hasil pendeteksian tepi dengan menggunakan nilai
intensitas 255.
Gambar 3. Tampilan program yang menunjukan
hasil pendeteksian tepi dengan menggunakan nilai intensitas 255.
Untuk dapat mengetahui
pada nilai intensitas berapakah file citra warning.bmp
ini
mendapatkan
hasil terbaiknya ketika dideteksi
tepinya
menggunakan metode pendeteksian
tepi
sobel, kita dapat melakukan
perubahan manual terhadap nilai intensitas pendeteksian tepi yang diberikan (antara 0 sampai 255) serta melihat nilai MSE (Mean Square
Error) dan nilai PSNR
(Pic Signal to Noise Ratio) dimana kedua nilai ini berbanding
terbalik. Untuk nilai yang terbaik,kita berpatokan
pada nilai PSNR yang terbesar.
Selain cara yang telah dijelaskan di atas, ada lagi cara yang lebih mudah yang disediakan oleh
program yang telah dirancang.
Yaitu dengan menekan tombol
“Iteration”
yang berada pada bagian
bawah kanan dari form utama dengan
terlebih dahulu memasukan berapa banyak jumlah
perulangan yang akan dilakukan. Untuk kasus file citra warning.bmp ini, nilai PSNR yang terbesar terdapat pada nilai intensitas
antara 79 sampai 81 dengan nilai PSNR sebesar 8,66. untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada daftar nilai PSNR untuk
file citra warning.bmp pada halaman lampiran.
Dengan
adanya daftar iterasi seperti
terlampir,
kita dapat mengetahui
pada intensitas berapa hasil
dari pendeteksian tepi dengan menggunakan metode
pendeteksian tepi sobel ini menghasilkan pendeteksian
tepi
terbaik dengan melihat nilai-nilai MSE
dan PSNR yang didapat. Dibawah ini adalah tampilan program ketika menampilkan hasil terbaik
dari pendeteksian tepi file citra warning.bmp dengan menggunakan metode pendeteksian
tepi sobel dengan nilai intensitasnya berada pada nilai kisaran 79 sampai 81 dan nilai PSNR nya menunjukan nilai 8,66 (terbesar).

Gambar 4. Tampilan program ketika
menampilkan hasil pendeteksian tepi terbaik berdasarkan nilai PSNR terbesar
Untuk lebih jelasnya, perbandingan
antara nilai PSNR dengan nilai intensitas
pada file citra
warning.bmp dapat dilihat pada grafik dibawah ini :
a. Nilai PSNR yang diperoleh sangat tergantung sekali pada
file citra yang digunakan begitu juga nilai MSE nya.
b. Semakin gelap
(hitam)
citra yang
digunakan,
maka nilai PSNR yang diperoleh juga akan
semakin
besar. Begitu juga sebaliknya,
semakin
terang
(putih) citra yang digunakan, maka nilai PSNR yang diperoleh relatif kecil.
c. Pada file citra yang cenderung gelap (hitam), kisaran nilai intensitas pun cenderung kecil dan berbanding
terbalik dengan nilai PSNR yang
diperoleh.
berlaku sebaliknya untuk file citra
yang cenderung terang.
DAFTAR PUSTAKA
1) Usman Ahmad, Pengolahan Citra Digital dan
Teknik Pemrogramannya,
Graha Ilmu, Yogyakarta, 2005.
2) Rinaldi Munir, Pengolahan Citra Digital dengan Pendekatan
Akgoritmik, Penerbit Informatika, Bandung, 2004.
3) Achmad Basuki,
Joshua
F. Palandi,
Fathurrochman, Pengolahan Citra Digital, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2005.
4)
Riyanto Sigit dkk, Step by step Pengolahan Citra Digital,
Penerbit Andi, Yogyakarta, 2004



























